FORUM PERANGKAT DAERAH TA 2021


Forum Perangkat Daerah Rencana Kerja TA 2021 Distanbun Prov.Jateng, dengan tema "Peningkatan Produksi dan Produktivitas yang Berdaya Saing di dukung dengan SDM yang Berkualitas." dilaksanakan di Kantor Distanbun Prov. Jateng, Kamis, 27 Februari 2020.

Dibuka dan dipimpin oleh Kadistanbun Prov. Jateng, Ir. Suryo Banendro,MP dengan narasumber Prof. Sony Heru Priyanto dan Kasubid Pertanian dan Kelautan Bappeda Prov. Jateng, Himawan Wahyu Pamungkas,SP.

Pada forum ini hadir eselon III dan IV lingkup Distanbun Prov. Jateng dan beberapa OPD lingkup Pemprov Jateng yang diharapkan dapat memberi masukan terkait kebijakan dan arah yang akan dilaksanakan oleh Distanbun Prov. Jateng untuk Tahun Anggaran 2021 mendatang.

Sesuai dengan Misi dan Program Kerja Gubernur/Wagub Provinsi Jawa Tengah Untuk Pembangunan Pertanian Jawa Tengah, yaitu “Mengurangi Kemiskinan dan Pengangguran dengan memperkuat basis ekonomi Rakyat dan Membuka Ruang Usaha Baru.”, Forum ini diharapkan dapat menciptakan formula yang dapat mendorong kearah peningkatan kemakmuran bagi petani.

Dalam forum ini diundang pula beberapa OPD lingkup Perprov Jateng yaitu Bappeda, BPKAD, Biro Administrasi dan Pembangunan Daerah,Biro Isda, Biro Perekonomian, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan, Disperindag, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Disporapar, Dinas Pusdataru, dan Dinas Koperasi untuk dapat memberikan gagasannya sehingga kebijakan untuk pengembangan pertanian Jawa Tengah semakin baik.

Prof. Sony Heru Priyanto menyampaikan langkah yang dapat ditempuh untuk menciptakan pertanian modern yang dapat meningkatkan kemakmuran petani, yaitu :

1. Peningkatan kemakmuran petani dpt dilihat dari NTP atau peningkatan aset dan omset petani.
2. Bumdes diharapkan dapat berdampak baik terutama untuk pertanian dalam meningkatkan komoditas unggulan daerah masing-masing.
3. Penciptaan star up. Menambah peluang mengurangi kemiskinan.
4. Meningkatkan nilai jual hasil pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani tidak hanya menjaga harga komoditas.
5. Kompensasi petani.
6. Petani diajari untuk punya label dr hasil panennya unt meningkatkan nilai jual hasil panennya dengan menerapkan SGPL shorting, grading, packaging dan labeling.
7. Kawasan industri pertanian. Menciptakan nilai dan potensi pendapatan menciptakan nilai dalam pertanian, dan petani sbagai pemegang saham.
8. Dalam mendukung modernisasi pertanian dalam era revolusi industri 4.0 adalah dengan tersedianya big data pertanian yang real-time dan terukur.
9. Artificial intelligence mendukung peran penyuluh.

Sedangkan Himawan Wahyu Pamungkas,SP., menyampaikan gagasan, yaitu :
1. Mewujudkan korporasi petani bagi sentra-sentra pertanian yang potensial.
2. Penyuluhan berbasis digital (aplikasi) yang dapat diakses oleh petani untuk mengatasi kendala dalam proses usaha tani nya.
3. Penguatan kelembagaan.
4. Integrasi data pertanian dlm Kartu Tani yg terkoneksi pad AUTP dan pemberian hibah dan bantuan pertanian untuk mengukur keadaan pertanian scr real-time untuk mendukung proses penentuan kebijakan pemerintah.



Komentar




List Komentar

Cari Artikel Lainnya

Berita Lainnya

Video Seputar Distanbun

Video Seputar Distanbun

Video Jawa Tengah

Cengkeh