Atasi Stunting dengan Padi Kaya Gizi (Biofertifikasi)


Permasalahan kekurangan gizi merupakan permasalahan serius bagi Indonesia. Sekitar 30% penduduk dunia termasuk Indonesia, terutama anak-anak, berisiko menderita kekurangan gizi Zn. Proporsi Berat Badan Lahir Rendah (<2500 gram/BBLR) mengalami kenaikan dari 5,7% pada 2013 menjadi sebesar 6,2% pada tahun 2018. Selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktivitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan (stunting) yang prevalensinya cukup besar dan merata di Indonesia. Kadar mineral penting seperti Fe (besi) dan Zn (seng) dapat ditingkatkan melalui program biofortifikasi. Dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif diperlukan status gizi yang optimal, dengan cara melakukan perbaikan gizi secara terus menerus.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 mulai menggencarkan percepatan tanam padi agar ketersediaan beras terus terjamin bahkan guna mengatasi stunting atau anak tumbuh kerdil. Upaya maksimalisasi penanaman benih padi Inpari IR Nutri Zinc jadi solusinya. Salah satunya di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, bersama dengan jajaran instansi Dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan gerakan pemantauan tanam di Kecamatan Petarukan.

Kegiatan berupa bantuan benih budidaya padi kaya gizi (biofortifikasi). Budidaya padi biofortifikasi ditujukan untuk penyediaan beras yang kaya gizi, terutama untuk mengatasi kondisi stunting. Padi varietas hasil penelitian padi Kementan beberapa tahun lalu, mulai tahun 2020 diujicobakan di beberapa wilayah di Indonesia, satu diantranya berlokasi di kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang.

Pelaksana Kegiatan yaitu Kelompok Tani Berkah, menanam padi Biofortifikasi varietas Inpari IR Nutrizinc seluas 52 hektare, pada awal Juni 2020 lalu, pada tahap awal tanaman umur 2 minggu dan menunjukkan pertumbuhan yang baik, selain itu ada juga di Kelompok Tani Tunas Mulia menanam varietas yang sama seluas 63 hektare dengan pertumbuhan bagus sekali. Tahun 2020 ini Kabupaten Pemalang mendapatkan alokasi tanam padi biofortifikasi dari alokasi seluas 2.050 hektare telah dilaksanakan penanaman seluas 570 hektare sampai akhir Juli 2020 dan sisanya dilaksanakan penanaman Akhir Agustus 2020. Hasil panen seluas 306 Ha produksi 2.410 tondengan produktivitas 78,7 kui/Ha. Sisa lahan lainnya diperkirakan panen November/Desember 2020.

Padi Biofortifikasi varietas Inpari IR Nutri Zinc dilepas Menteri Pertanian RI melalui Surat Keputusan Nomor: 168/HK.540/C/01/2019. Padi ini cocok di tanam di lahan sawah irigasi pada ketinggian 0-600 dpl. Tujuan pelepasan Padi Biofortifikasi untuk mengatasi masalah kekurangan gizi yaitu dengan fortifikasi, namun hal itu tidak cukup menyelesaikan masalah, sehingga pada tahun 2018 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan IRRI dan Harvest Plus turut berkontribusi nyata dalam mengatasi stunting, salah satunya dengan melepas padi dengan kandungan Zn tinggi dengan nama Inpari IR Nutri Zinc.

Kekurangan Zn dalam tubuh selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktifitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan atau stunting. Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat. Varietas ini memiliki kadar amilosa 16,6 persen dan potensi kandungan Zn 34,5i ppm. Selain kaya nutrisi, varietas ini juga memiliki produktivitas tinggi, tahan WBC, Blas, dan Tungro, serta rasa nasi enak Padi Kaya Gizi (Biofortifikasi) merupakan upaya fortifikasi mineral penting melalui perakitan varietas.

Keuntungan Biofertifikasi yaitu:
1. Dapat dikembangkan pada bahan makanan pokok
2. Lebih murah dan menguntungkan dari segi budi daya karena benih yang telah terfortifikasi hanya diperlukan sekali di awal penggunaan, selanjutnya benih dari pertanaman berikutnya dapat dikembangkan lebih lanjut oleh petani lain
3. Bermanfaat bagi masyarakat konsumen rawan gizi, dan
4. produksi tinggi dan ramah lingkungan.



Komentar




List Komentar

Cari Artikel Lainnya

Berita Lainnya

Video Seputar Distanbun

Video Seputar Distanbun

Video Jawa Tengah

Cengkeh