AREN DAN POTENSI PENGEMBANGANNYA

Aren (Arrenge pinnata) termasuk suku Aracaceae (pinang-pinangan). Salah satu produk tanaman aren adalah gula aren yang akhir-akhir ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena merupakan produk ekspor untuk negara-negara yang berpola hidup sehat. Gula aren yang berupa gula kristal sangat diminati sebagai pemanis organik. Seperti negara Jepang yang sangat gemar mengkonsumsi gula kristal yang berasal dari bahan baku nira aren.
Kapasitas produksi gula aren di Jawa Tengah saat ini sekitar 3.637 ton per tahun meliputi 10 kabupaten penghasil gula aren (Data Statistik Tahun 2021). Sentra produksi tertinggi aren di Jawa Tengah ada di 5 Kabupaten yaitu Kabupaten Temanggung seluas 463,74 ha, Kabupaten Semarang seluas 455, 84 ha, Kabupaten Purworejo seluas 318,70 ha, Cilacap seluas 313,43 ha dan Kabupaten Banjarnegara seluas 293,49 ha.
Pemanfaatan dan kegunan tanaman aren sangat beragam diantaranya:
• Akar aren biasanya digunakan untuk obat tradisional dan peralatan;
• Batang untuk diambil pati dan berbagai macam alat kerajinan dan bahan bangunan;
• Ijuk untuk sapu dan peresapan air;
• Daun untuk kawung (pembungkus rokok), untuk atap dan lidinya untuk tusuk sate dan sapu;
• Buah aren untuk kolang-kaling;
• Air nira untuk gula merah dan cuka;
• Pati/tepung dalam batang untuk bahan makanan dan minuman.
Usaha pengembangan atau pembudidayaan tanaman aren di Jawa Tengah sangat memungkinkan. Disamping masih luasnya lahan-lahan tidak produktif, juga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri atas produk-produk yang berasal dari tanaman aren, sekaligus meningkatkan pendapatan petani dari usaha tani tanaman aren dan dapat pula ikut melestarikan sumber daya alam serta lingkungan hidup.

Komentar


List Komentar


Link terkait
Pemprov Jateng
Lapor gub
LKPP
LPSE
Kementan